Rabu, 07 Desember 2011

Beberapa Pendekatan Konseling


PENDEKATAN KONSELING

1.      BEHAVIORAL
§  Asumsi tentang Manusia
Semua perilaku itu hasil belajar, dibentuk oleh lingkungan (kondisi yang diciptakan)
§  Ciri-Ciri Model Konseling Behavior
a)      Pemusatan perhatian pada perilaku  spesifik
b)      Kecermatan dalam penguraian tujuan-tujuan treatment
c)      Perumusan prosedur treatment yang spesifik sesuai dengan masalah
d)     Prediksi objektif atas hasil-hasil terapi
§  Tujuan Umum
Penciptaan kondisi baru bagi proses belajar   
§  Teknik-Teknik yang digunakan
a)      Desensitisasi Sistematis (Wolpe)
Semua perilaku neurotic refleksi dari kecemasan. Langkah-langkahnya :
ü  Analisis perilaku yang menimbulkan kecemasan
ü  Menyusun hirarki atau tingkatan kecemasan/ketakutan dsb (dpt ditulis)
ü  Melakukan relaksasi dari kepala s.d kaki
ü  Membayangkan sesuatu yg bertentangan dengan apa yang dialami konselee, misalnya : cemas, sedih.          
b)      Assertive Training
Digunakan untuk membantu konselee yang mengalami kesulitan dalam  perasaan yang  tidak sesuai sewaktu menyatakan.
ü  Tidak dapat menyatakan kemarahannya.
ü  Kesopanannya berlebihan sehingga orang lain mengambil keuntungan
ü  Mereka yang tidak dapat menyatakan “tidak”.
ü  Mereka yang tidak dapat mengatakan “cinta”
ü  Mereka yang merasa tidak memiliki hak berpendapat.
Pelaksanaannya: konselor melatih keberanian keberanian konselee (dengan role playing) bermain peran. Misalnya : sebagai atasan dan  bawahan.


c)      Aversion Therapy
Therapy dengan cara memberikan hukuman terhadap perilaku negatif dan memberikan reinforcement perilaku positif. Hukumannya dapat berupa kejutan  listrik, atau diberi ramuan unuk diminum sehingga mereka muntah-muntah.
d)     Home Work
Anak diberikan PR, misalnya : tidak boleh menjawab apabila dimarah  dalam berapa hari dan apabila sudah selesai ditambah lagi.
§  Langkah-Langkah Konseling
a)      Mengidentifikasikan perilaku yang dianggap mal-adaptif
b)      Menentukan asset serta kekuatan yang dimiliki klien
c)      Membuat informasi terkumpul ke dalam konteks di mana perilaku bermasalah itu terjadi
d)     Menetapkan strategi untuk mengukur setiap perilaku bermasalah yang telah teridentifkasi itu
e)      Penguat-penguat potensial klien disurvei untk mengidentifikasi orang , aktifitas, dan benda-benda yang memberi motivasi dilakukannya penanganan dan bias tetap terjadinya perubahan setelah terapi berakhir
f)       Penilaian yang mencakup formulasi dari sasaran penanganan


2.      RATIONAL EMOTIF THERAPY (RET)
§  Asumsi tentang Manusia
Ellis (dalam Corey, 1995) mengemukakan beberapa asumsi TRE:
a)      Orang mengkondisikan diri sendiri yang merasakan adanya suatu gangguan dan bukan dikondisikan oleh sumber yang berasal dari luar diri.
b)      Orang ada kecendrungan biologis dan budaya untuk berfikir berbelit-belit dan menimbulkan gangguan pada diri sendiri, sesuatu yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
c)      Manusia itu unik dalam arti bahwa mereka menemukan keyakinan yang mengganggu dan membiarkan dirinya terganggu oleh adanya gangguan itu.
d)     Orang ada kapasitas untuk mengubah proses kognitif, emotif dan behavioral mereka, mereka bisa memilih untuk memberikan reaksi secara berbeda dengan pola yang biasanya mereka anut, bisa menolak untuk membiarkan dirinya menjadi marah, dan bisa bertahan mengalami gangguan yang minim selama sisa hidupnya.
§  Tujuan Konseling
Memperbaiki dan mengubah pikiran, persepsi, keyakinan, dan pandangan irrasional menjadi rasional
§  Ciri-Cirinya
Ellis (1973ª,hlm.185) memberikan suatu gambaran tentang apa yang dilakukan oleh terapis TRE sebagai berikut :
a)      Mengajak klien untuk berpikir tentang beberapa gagasan dasar yang irasional yang telah memotivasi banyak gangguan tingkah laku;
b)      Menantang klien untuk menguji gagasan-gagasanya;
c)      Menunjukkan kepada klien tentang ketidaklogisan pemikirannya;
d)     Menggunakan suatu analisis logika untuk meminimalkan keyakinan-keyakinan irasional klien;
e)      Menunjukkan bahwa keyakinan-keyakinan itu tidak ada gunanya dan bagaimana keyakinan akan mengakibatkan gangguan-gangguan emosional dan tingkah laku di masa depan;
f)       Menggunakan absurditas dan humor untuk menghadapi irasionalitas pikiran klien;
g)      Menerangkan bagaimana gagasan-gagasan yang irasional bisa diganti dengan gagasan-gagasan yang rasional yang memiliki landasan empiris;
h)      mengajari klien bagaimana menerapkan pendekatan ilmiah pada cara berpikir sehingga klien bisa mengamati dan meminimalkan gagasan-gagasan yang irasional dan kesimpulan-kesimpulan yang tidak logis sekarang maupun pada masa yang akan datang, yang telah mengekalkan cara-cara merasa dan berperilaku yang dapat merusak diri.

§  Langkah-Langkah konselingnya
Teori ABC
A                           B                       C

                              D                     E                      F


o   A: Peristiwa yang sedang terjadi
o   B: Keyakinan
o   C: Konsekuensi emosi dan perilaku
o   D: Intervensi
o   E: Efek
o   F: Perasaan baru

§  Teknik-Teknik Terapi Rasional Emotif
a)      Assertive Adaptive
Teknik yang digunakan untuk melatih, mendorong, dan membiasakan klien untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan tingkah laku yang diinginkan. Latihan-latihan yang diberikan lebih bersifat pendisiplinan diri klien.
b)      Bermain Peran
Teknik untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan (perasaan-perasaan negatif) melalui suatu suasana yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga klien dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri melalui peran tertentu.
c)      Imitasi
Teknik untuk menirukan secara terus-menerus suatu model tingkah laku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan tingkah lakunya sendiri yang negatif.

3.      GESTALT
§  Konsep tentang Manusia
Individu itu selalu aktif sebagai keseluruhan. Individu bukanlah jumlah dari bagian-bagian atau organ-organ semata. Individu yang sehat adalah yang seimbang antara ikatan organism dengan lingkungan.
(Frederick S. Pearl 1894-1970)
Pandangan gestalt adalah bahwa individu memiliki kesanggupan memikul tanggung jawab pribadi dan hidup sepenuhnya sebagai pribadi yang terpadu.
§  Tujuan Konseling
Membantu klien menjadi individu yang merdeka dan berdiri sendiri.

§  Teknik-Teknik Therapy Gestalt
Sejumlah permainan yang bisa digunakan dalam terapi Gestalt:
ü  Permainan-permainan dialog
ü  Membuat lingkaran
ü  Urusan yang tak selesai
ü  “saya memikul tanggung jawab”
ü  “saya memiliki suatu rahasia”
ü  Bermain proyeksi
ü  Pembalikan
ü  Irama kontak dan penarikan
ü  “ulangan”
ü  “melebih-lebihkan”
ü  “bolehkan saya memberimu sebuah kalimat?”
ü  Permainan-permainan konseling perkawinan
ü  “bisakah anda tetap dengan perasaan ini?”
§  Langkah-Langkah
a)      Membentuk pola pertemuan terapeutik agar terjadi situasi yang memungkinkan perubahan perilaku klien.
b)      Pengawasan, yaitu usaha konselor untuk meyakinkan klien untuk mengikuti prosedur konseling.
c)      Mendorong klien untuk mengungkapkan perasaan-perasaan  dan kecemasannya. Didalam fase ini diusahakan untuk menemukan aspek-aspek kepribadian klien yang hilang.
d)     Setelah terjadi pemahaman diri maka pada fase ini klien harus sudah memiliki kepribadian yang integral sebagai manusia individu yang unik.

4.      REALITY
§  Konsep tentang Manusia
ü  Terapi realitas berlandaskan premis bahwa ada suatu kebutuhan psikologis tunggal yang hadir sepanjang hidup, yaitu kebutuhan akan identitas yang mencakup suatu kebutuhan untuk merasakan keunikan, keterpisahan, dan ketersendirian.
ü  Manusia memiliki kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta kebutuhan untuk merasakan bahwa kita berguna baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain.
ü  Pandangan tentang manusia mencakup pernyataan bahwa suatu “kekuatan pertumbuhan” mendorong kita untuk berusaha mencapai suatu identitas keberhasilan.
ü  Pada dasarnya, orang-orang ingin puas hati dan menikmati suatu identitas keberhasilan, menunjukkan tingkah laku yang bertanggung jawab dan memiliki hubungan interpersonal yang penuh makna.
ü  Manusia adalah agen yang menentukan dirinya sendiri.
§  Ciri-Cirinya
a)      Terapi realitas menolak konsep tentang penyakit mental. Ia berasumsi bahwa bentuk-bentuk gangguan tingkah laku yang spesifik adalah akibat dari ketidakbertanggungjawaban.
b)      Terapi realitas berfokus pada tingkah laku sekarang alih-alih pada perasaan-perasaan dan sikap-sikap.
c)      Terapi realitas berfokus pada saat sekarang, bukan kepada masa lampau.
d)     Terapi realitas menekankan pertimbangan-pertimbangan nilai.
e)      Terapi realitas tidak menekankan transferensi, ia tidak memandang konsep tradisional tentang transferensi sebagai hal yang penting.
f)       Terapi realitas menekankan aspek-aspek kesadaran, bukan aspek-aspek ketidaksadaran.
g)      Terapi realitas menghapus hukuman.
h)      Terapi realitas menekankan tanggung jawab
§  Prosedur-Prosedur Umum
ü  Terlibat dalam permainan peran dank lien
ü  Menggunakan humor
ü  Mengonfrontasikan klien dan menolak dalih apapun
ü  Membantu klien dalam merumuskan rencana-rencana yang spesifik bagi tindakan
ü  Bertindak sebagai model dan guru
ü  Memasang batas-batas dan menyusun situasi terapi
ü  Menggunakan “terapi kejutan verbal” atau sarkasme yang layak untuk mengonfrontasikan klien dengan tingkah lakunya yang tidak realistis
ü  Melibatkan diri dengan klien dalam upayanya mencari kehidupan yang lebbih efektif
§  Langkah-langkah
a)      Mengeksplorasi keinginan, kebutuhan dan persepsi
Mendorong klien untuk mengenali, mendefinisikan, dan menghaluskan apa yang mereka dambakan untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka
b)      Focus pada perilaku sekarang
c)      Membuat klien mau mengevaluasi perilaku mereka
d)     Merecanakan dan komitmen

5.      ANALISIS TRANSAKSIONAL (AT)
§  Konsep tentang Manusia
ü  AT berakar pada suatu filsafat yang antideterministik serta menekankan bahwa manusia sanggup melampaui pengondisian dan pemrograman awal.
ü  Berpijak pada asumsi-asumsi bahwa orang-orang sanggup memahami putusan-putusan masa lampaunya dan bahwa orang-orang mampu memilih untuk memutuskan ulang.
ü  Percaya pada kesanggupan individu untuk tampil di luar pola-pola kebiasaan dan menyeleksi tujuan-tujuan dan tingkah laku baru.
§  Tujuan Terapi
Yaitu membantu klien dalam membuat putusan-putusan baru yang menyangkut tingkah lakunya sekarang dan arah hidupnya.
§  Ciri-Cirinya
ü  Adanya kontrak terapi sebelum dilakukan konseling
ü  Menggunakan tiga pola tingkah laku atau perwakilan ego yang terpisah, yaitu orang tua, orang dewasa, dan anak.
§  Langkah-langkah
a)      Terapis di arahkan jalannya oleh kontrak yang dikembangkan klien bersamanya
b)      Klien diajarkan bagaimana mengenali status ego yang akan berfungsi kalau sedang ada problema
c)      Klien membuat keputusan yang sadar tentang berbagai status ego tempat meeka ingin berfungsi


6.      COGNITIF BEHAVIOR THERAPY

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar