Rabu, 07 Desember 2011

Psikologi Belajar


PSIKOLOGI BELAJAR

A.    PENGERTIAN PSIKOLOGI

Psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi, psikologi berarti ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya. Dan ilmu jiwa sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik dengan manusia lain, hewan, iklim, kebudayaan dan lain sebagainya.

B.     HAKIKAT BELAJAR

1.      Pengertian Belajar
Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Para ahli psikologi dan pendidikan mengemukakan rumusan yang berlainan tentang pengertian belajar sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing, diantaranya ;
·         James O. Whittaker : “merumuskan belajar sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan dan pengalaman”.
·         Moh. Surya (1997) : “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, ebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”.
·         Hilgard (1962) : “belajar adalah proses dimana suatu perilaku muncul perilaku muncul atau berubah karena adanya respons terhadap sesuatu situasi”.
·         Di Vesta dan Thompson (1970) : “ belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”.
·         Cronbach : “belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman”.
·         Howard L. Kingskey : “ belajar adalah proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek dan latihan”.
·         Witherington (1952) : “belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan”.
·         Drs. Slameto : “ belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
Dari beberapa pendapat para ahli tentang pengertian belajar yang dikemukakan diatas, dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan dua unsure, yaitu jiwa dan raga.
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor.

  1. Hakikat Belajar
Belajar pada hakikatnya adalah usaha untuk mewujudkan perubahan tingkah laku. Hakikat belajar ini sangat penting diketahui untuk dijadikan pegangan dalam memahami secara mendalam masalah belajar.
Menurut ilmu pendidikan belajar adalah usaha untuk mewujudkan perubahan tingkah laku. Jadi walaupun kita telah berusaha sekuat tenaga, apabila perubahan tingkah laku tidak terwujud maka kita tidak bisa mengklaim bahwa kita telah belajar. Tingkah laku akan berubah jika kita mempelajari sesuatu yang belum pernah kita ketahui sebelumnya, kemudian kita menjadi tahu, paham dan mampu menerapkannya.
Dari sejumlah pengertian belajar yang telah diuraikan, ada kata yang sangat penting untuk dibahas dibagian ini, yaitu kata “perubahan”. Apa pun formasi kata dalam kalimat yang dirangkai oleh para ahli untuk memberikan pengertian belajar, namun intinya tidak lain adalah masalah “perubahan” yang terjadi dalam diri individu yang belajar. Oleh karena itu, sesorang yang melakukan aktivitas belajar, dan diakhir dari aktivitasnya itu memperoleh perubahan dalam dirinya dengan memiliki pengalaman baru, maka individu ini dikatakan telah belajar. Tetapi perlu diingatkan, bahwa perubahan yang terjadi akibat belajar adalah perubahan yang bersentuhan dengan aspek kejiwaan dan mempengaruhi tingkah laku. Sedangkan perubahan tingkah laku akibat mabuk, gila, tabrakan dan sebagainya bukanlah belajar yang dimaksud.
Prinsip umum dari belajar adalah minat dan konsentrasi. Minat maksudnya adalah kita benar-benar berniat belajar. Niat ini dibangkitkan dari hati yang suka, rasa ingin tahu, penasaran dan semangat yang berkobar. Misalnya kita berminat pada pembelajaran konseling, maka kita akan menekuninya agar pengetahuan kita bertambah tentang konseling. Minat menjadi pemicu semangat untuk berhasil. Kalau tidak berminat maka akan timbul rasa bosan dan malas. Konsentrasi maksudnya memusatkan pikiran dan perhatian bahwa kita dalam proses belajar, maka pikiran kita akan terpusat kepada apa yang sedang kita baca dan pelajari. Konsentrasi yang benar akan membuat memori tersimpan lama di otak dan memudahkan kita untuk memahami. Kita tidak susah menghafal karena sudah paham dan mengerti sehingga terekam dalam pikiran dengan baik. Adapun unsur pendukung yang harus kita lakukan agar hasil belajar kita bermanfaat, yaitu dengan menerapkan pengetahuan yang telah kita pelajari dalam kehidupan sehari-hari.
 
  1. Ciri-Ciri Belajar
Jika hakikat belajar adalah perubahan tingkah laku, maka ada beberapa perubahan tertentu yang dimasukkan ke dalam ciri-ciri belajar.
& Perubahan yang terjadi secara sadar
Ini berarti individu yang belajar akan menyadari terjadinya perubahan itu atau individu merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya. Misalnya ia menyadari bahwa pengetahuan, kecakapan, dan kebiasaannya bertambah. Contohnya, seorang mahasiswa sedang belajar tentang psikologi pendidikan. Dia menyadari bahwa dia sedang berusaha mempelajari tentang Psikologi Pendidikan. Begitu juga, setelah belajar Psikologi Pendidikan dia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi perubahan perilaku, dengan memperoleh sejumlah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berhubungan dengan Psikologi Pendidikan.

& Perubahan dalam belajar bersifat fungsional
Sebagai hasil belajar, perubahan yang terjadi dalam diri individu berlangsung terus menerus dan tidak statis. Suatu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya. Misalnya seorang mahasiswa belajar tentang psikologi pendidikan, maka pengetahuan dan keterampilannya dalam psikologi pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari dan mengembangkan perilaku dirinya sendiri maupun mempelajari dan mengembangkan perilaku para peserta didiknya kelak ketika dia menjadi guru.

& Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.
Dalam perbuatan belajar, perubahan-perubahan itu selalu bertambah dan tertuju untuk memperoleh suatu yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian, makin banyak usaha belajar itu dilakukan, makin banyak dan makin baik perubahan yang diperoleh. Misalnya, mahasiswa ingin memperoleh pengetahuan baru tentang psikologi pendidikan, maka mahasiswa tersebut aktif melakukan kegiatan membaca dan mengkaji buku-buku psikologi pendidikan, berdiskusi dengan teman tentang psikologi pendidikan dan sebagainya.

& Perubahan dalam belajar bersifat permanent.
Perubahan yang terjadi karena proses belajar bersifat menetap atau permanent. Ini berarti bahwa tingkah laku yang terjadi setelah belajar akan bersifat menetap. Misalnya kecakapan seorang anak dalam bermain piano setelah belajar, tidak akan hilang, melainkan akan terus dimiliki atau bahkan makin berkembang bila terus dipergunakan dan dilatih.

& Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah
Ini berarti perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perubahan belajar terarah pada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari. Misalnya seseorang yang belajar mengetik, sebelumnya sudah menetapkan apa yang mungkin dapat dicapai dengan belajar mengetik, atau tingkat kecakapan mana yang dicapainya. Dengan demikian, perbuatan belajar yang dilakukan senantiasa terarah pada tingkah laku yang telah ditetapkannya.

& Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap kebiasaan, keterampilan, pengetahuan dan sebagainya. Misalnya, mahasiswa belajar tentang “Teori-Teori Belajar”, disamping memperoleh informasi atau pengetahuan tentang “Teori-Teori Belajar”, dia juga memperoleh sikap tentang pentingnya seorang guru menguasai “Teori-Teori Belajar”. Begitu juga, dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-Teori Belajar”.

 
  1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Pengenalan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar penting sekali artinya dalam rangka membantu siswa dalam mencapai prestasi belajar yang sebaik-baiknya. Adapun fator-faktor tersebut antara lain :
a.       Faktor Internal
ü  Faktor Jasmaniah (fisiologis)
Misalnya penglihatan, pendengaran, struktur tubuh dan sebagainya.
ü  Faktor Psikologis
Misalnya kecerdasan dan bakat, kecakapan nyata yaitu prestasi yang telah dimiliki, sikap, kebiasaan, minat, kebutuhan, motivasi, emosi, penyesuaian diri dan sebagainya.
ü  Faktor kematangan fisik maupun psikis.

b.      Faktor Eksternal
ü  Faktor social
Yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan lingkungan kelompok.
ü  Faktor budaya
Seperti adapt istiadat, ilmu pengetahuan, tekhnologi dan kesenian.
ü  Faktor lingkungan fisik
Seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar dan iklim.
ü  Faktor lingkungan spiritual dan keamanan.

 
C.    KEDUDUKAN PSIKOLOGI BELAJAR DALAM PSIKOLOGI

  1. Pengertian Psikologi Belajar
Psikologi belajar adalah sebuah frase yang terdiri dari dua kata, yaitu psikologi dan belajar. Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa atau tingkah laku manusia dengan dunia sekitarnya. Sedangkan belajar itu sendiri secara sederhana dapat  diberi definisi sebagai aktivitas yang dilakukan individu secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari apa yang telah dipelajari dan sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan sekitar. Aktivitas di sini dipahami sebagai serangkaian kegiatan jiwa raga, psikofisik,  menuju ke perkembangan pribadi individu seutuhnya, yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa psikologi belajar adalah sebuah disiplin psikologi yang berisi teori-teori psikologi mengenai belajar, terutama mengupas bagaimana cara individu belajar atau melakukan pembelajaran.

  1. Kedudukan Psikologi Belajar dalam Psikologi
Psikologi sekarang ini merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat. Lapangan atau daerah garapannya pun menjadi sangat luas. Untuk mengetahui atau mempelajari psikologi belajar, perlu diketahui lapangan psikologi sehingga dapat diketahui kedudukannya.
Gerungan (1962) membedakan psikologi menjadi 2, yaitu :
    1. Psikologi Teoritis
    2. Psikologi Praktis


1.      Psikologi Teoritis digolongkan menjadi
a.       Psikologi umum
Menguraikan dan menyelidiki kegiatan-kegiatan psikis pada umumnya pada manusia dewasa dan normal, termasuk kegiatan pengamatan, pemikiran, intelegensi, perasaan, kehendak, motif-motif dan sebagainya.

b.      Psikologi khusus
Menguraikan dan menyelidiki segi-segi khusus daripada kegiatan psikis manusia, antara lain :
·         Psikologi Perkembangan, menguraikan perkembangan kegiatan psikis manusia dari kecil sampai dewasa dan lebih lanjut.
·         Psikologi kepribadian, menguraikan struktur kepribadian manusia sebagai suatu keseluruhan, serta mengenai jenis-jenia atau tipe kepribadian.
·         Psikologi social, menguraikan tentang kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi social, seperti situasi kelompok, situasi massa dan sebagainya.
·         Psikologi belajar, menguraikan tentang kegiata-kegiatan menusia dalam belajar, terutama mengupas bagaimana cara individu belajar atau melakukan pembelajaran.
·         Psikopathologi, menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia yang berjiwa abnormal.
2.      Psikologi Praktis
a.       Psikodianostik
Merupakan cara-cara psikologis dalam pemilihan suatu jabatan, studi atau yang lainnya. Antara lain seperti wawancara, observasi dan tes psikologi yang dapat menentukan struktur kepribadian orang, bakat, kecakapan, intelegensi dan lain sebagainya.
b.      Psikologi klinis dan bimbingan psikologis
Yang merupakan usaha-usaha sarjana psikologi dalam menolong orang yang menderita kesulitan psikis yang bermacam-macam rupanya.

Dari sistematika tersebut, terlihat bahwa kedudukan psikologi belajar dalam psikologi merupakan psikologi teoritis yang bersifat khusus.

Daftar Pustaka :
      Ahmadi, Abu.2007.Psikologi Sosial.Semarang:Rineka Cipta
Ahmadi, Abu.1990.Psikologi Belajar.Solo:Rineka Cipta
Djamarah, Syaiful Bahri.2000.Psikologi Belajar.Banjarmasin:Rineka Cipta
Ahmadi, Abu.1990.Psikologi Belajar.Solo:Rineka Cipta)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar